Harus Berani Tidak Peduli

1262 Words

           Fadhen berjalan tidak tentu arah, masih dengan memakai mantel hujannya yang tudungnya kini menutupi kepala. Walau tidak ada hujan, ia seakan merasa lebih nyaman saat menutupi kepala dan juga wajahnya. Setelah mencari keberadaan Daniel selama beberapa jam lamanya, akhirnya sampai di sebuah jalan setapak yang kini ada sang anak yang tengah melangkah gontai dengan seorang perempuan yang berjalan memimpin di depan. Sembari berjalan mereka terdengar mengobrol soal seseorang yang mereka sukai. Fadhen terdiam mendengar kelanjutan obrolan mereka yang mengarah ke pelaku pembunuhan membuat rahang laki-laki itu mengeras kuat. Apalagi saat mendengar Daniel mengutarakan pendapatnya tentang pembunuh yang ternyata ada 2 orang. “Ck, anak ini makin bikin emosi saja.” Gumam Fadhen dengan mat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD