Part 19

1517 Words

"Yang tadi itu temen kamu yang pernah ke kantor kan, Lis?" Delisa mencoba mengingat ketika Rani ke kantor penerbitan tempat Delisa bekerja. Dulu ketika Rani hendak membayar utang kepada Delisa, perempuan itu menghampiri Delisa ke tempat kerjanya. "Iya, Nug. Yang pernah aku ceritain ke kamu juga, lho. Maharani, inget, kan?" Nug mengangguk sembari menyetir, matanya fokus menatap jalanan sekali mengajak sepupunya itu berbicara perihal teman yang ditemuinya di kedai ayam geprek. "Rani itu orangnya kuat, pekerja keras, Nug. Kadang aku salut sama dia, tapi sayangnya dia selalu nolak setiap kali aku mau bantu. Dan, aku aja bahkan nggak tau rumah dia, Nug. Rani sih yang paling tertutup soal pribadinya, keluarganya, tapi aku tahu dia orang baik." jelas Delisa menutup bukunya dan memasukan ke ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD