Timi dan Delisa menuntun Rani yang matanya tertutup oleh kain. Usai memaksa Rani yang merupakan pekerjaan Timi, akhirnya mereka berhasil membawa Rani ke taman yang sudah dihias sedemikian rupa. Lilin-lilin menghiasi pinggiran taman, menyambut Rani dengan penuh sukacita. "Mau ke mana sih?" tanya Rani penasaran. Timi dan Delisa hanya saling pandang melempar senyum. Mereka tidak menjawab membuat Rani menghela napasnya. "Lis, kamu nggak ada aneh-aneh ikutan Timi, kan?" tanya Rani curiga. Ketika sampai di depan air mancur, Timi dan Delisa membalikan tubuh Rani agar membelakanginya dan membiarkan Rani berdiri di tempatnya. "Lo boleh buka penutup matanya dalam hitungan ketiga." ujar Timi membuat Rani semakin penasaran. "Satu... Dua..." Timi menggantungkan ucapannya ketika Rani sudah bersiap m

