30

1734 Words

Bab 30 "Aku mau kamu ubah jadwal pertemuan dengan seluruh agent dari hari Selasa siang ke hari Kamis jam sepuluh pagi." Barry menaruh kertas catatan dan berkas ke atas meja Marsha yang sudah terlihat rapi. "Setelah itu print surat perjanjian dengan vendor kemarin dan bawa ke ruanganku." Marsha hanya mengangguk, tapi Barry tahu gadis itu lebih sibuk dengan pikirannya dari pada mendengarkan permintaannya. "Gimana kabar Bibi Martini? Udah berubah belum?" Marsha menghela napas. "Ya masih kaya gitu. Dia kan gak punya kepompong yang merubahnya jadi kupu-kupu." "Astaga, bukan." Barry berdecak dan mengedip, tidak mengerti dengan rasa humor Marsha yang masih ada ditengah-tengah masalahnya. "Maksudku, dia udah dapat hidayah buat bersikap baik belum?" Marsha menggeleng. Dia teringat dengan perl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD