Bab 19 M.Ayunda A: Nanti pulangnya tungguin ya? Semenit, dua menit, ponsel Marsha masih anteng tidak ada getaran apapun. Tiga menit, empat menit, lima menit, Marsha mulai mengetukkan jarinya dengan gelisah. Di menit kesepuluh, akhirnya ponsel bergetar. Dengan segera gadis berkulit kuning langsat itu membuka aplikasi linenya. Ars Mahendra: Marsha merengut melihat jawaban dari Arsjad yang cukup dengan satu simbol, namun mempunyai banyak arti. Bisa, Ok, sipp, baik, pasti, iya. Tergantung orang yang menerjemaahkan. M.Ayunda A: Udah jawab lama, cuma doang. Yang lain dong Ars Mahendra: M.Ayunda A: Apaan sih. M.Ayunda A: Jual aja hpnya kalau males ngetik. Nyebelin Ars Mahendra: Lagi meeting, sama bos besar. Nanti lanjut lagi ya. M.Ayunda A: Ohhh bilang dong, kirain lagi chat yang

