17

1640 Words

Arsjad dan Corry duduk bersebelahan di kursi taman yang ada dibelakang apartemen. "Selama ini, gue selalu menutup telinga dari omongan orang diluaran sana, karena Dirga selalu meyakinkan kalau dia cinta sama gue. Tapi sewaktu gue dengar mamanya menghina gue dan dia hanya diam...gue mulai berpikir, seharusnya gue berhenti mencintai dia sejak dulu." Corry berkata dengan lemas. "Akhirnya kamu sadar dan mau menyerah, tapi setelah sekian lamaaa...kamu yakin gak apa-apa?" Tanya Arsjad dengan nada khawatir. Cahaya matahari sore yang menimpa wajah mereka terlihat hangat dan cerah. Arsjad yakin wanita yang diam dengan tatapan menerawang di sebelahnya butuh tempat nersandar.  Dan ia ingin Corry bersandar pada dirinya dengan nyaman. Akan tetapi, ada hal yang mengusik pikirannya saat menghibur wan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD