Pov Citra Aku tak menyangka Mbak Dita tega sekali dengan keluargaku. Dulu dia tega menjadikan kami seperti pembantunya. Setelah itu dia rela melaporkan aku dan ibu ke polisi. Aku yang kesal saat itu justru membuka kedokku dan ibuku sendiri di depannya dan polisi yang sedang menyamar bersamanya. Aku baru tahu maksud ibu menamparku saat itu. Itu karena aku terus membongkar kebusukan kami yang justru membuat celaka aku dan ibuku. Tak sampai di situ saja kekejaman Mbak Dita. Dia tega merampas emas-emas ibu sampai membuat penyakit jantung ibu kumat. Ibu meninggal dan aku harus mendekap di penjara beberapa hari saat itu. Tiga hari aku di penjara, namun tiba-tiba perempuan sinting itu mencabut tuntutannya. Aku pikir saat itu dia mencabut tuntutannya karena merasa bersalah karena kematian ib

