Pembunuhan

1424 Words

Malam yang gerimis, terasa semakin dingin bagi seorang bocah yang tengah meringkuk di bawah meja makan. Anak itu menyembunyikan diri di sana, saat mendengar kedua orang tuanya pulang sambil bertengkar. “Dasar istri tidak tau diri!” Ayahnya melepaskan cengkeraman di lengan sang ibu dengan kasar sampai membuat perempuan itu tersungkur di lantai. “Berani-beraninya kamu memata-mataiku. Apa kamu lupa, di mana aku memungutmu. Hah?!” Lelaki itu berbicara sambil menunjuk-nunjuk wajah sang istri. “Kamu itu hanya p*****r sialan yang menjebakku demi anak itu, jadi kamu tidak punya hak untuk mengatur hidupku.” “Aku berani bersumpah demi nyawa anakku, Satria itu darah dagingmu, Mas. Aku juga tidak keberatan kalau Mas mau menikah lagi, tapi setidaknya ceraikan aku.” Sebuah tamparan mendarat di wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD