Benang Merah

1523 Words

Setelah perbincangan panjang dengan Satria, Senna tidak lantas pulang. Dia berkeliling sebentar di sekitar jembatan, menanyai beberapa makhluk yang dia temui. Apakah ada salah satu di antara mereka yang melihat Farin, karena hantu itu menghilang tiba-tiba. Sudah hampir tengah malam, akhirnya Senna memutuskan untuk pulang meski belum menemukan Farin. Sungguh, setelah membuka pintu kamar kos-nya, Senna mendadak merasa menyesal dan lega sekaligus, melihat gadis itu tengah tertidur pulas di kasurnya. "Anak ini." Senna memperhatikan Farin yang tengah tertidur, wajah gadis itu terlihat sangat polos. Berbeda dengan kelakuan aslinya saat bangun. Cowok itu tertawa miris, menyadari apa yang barusan dia lakukan. Bahwa diam-diam hatinya sangat peduli pada hantu Farin yang menjengkelkan. Dia bahkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD