Perpisahan yang Manis

1253 Words

Pagi ini berjalan seperti biasa bagi Senna. Cowok itu tengah membereskan meja dan kursi pelanggan. Menurunkannya satu per satu dan membersihkan dengan teliti. Sampai hari ini, Leo masih belum masuk kerja, dan Aina masih menganggapnya sebagai penyebab sakit anak itu.   Aina masih mendiamkannya, bahkan terkesan menghindar setiap berpapasan. Aina bahkan membuatkan daftar apa saja yang harus dikerjakan Senna, tanpa mau berbicara dengannya.   “Mau kubantu untuk bicara dengan anak itu?” Farin tiba-tiba muncul tepat di depan wajah Senna saat cowok itu tengah membereskan peralatan makan yang baru selesai dicuci. Senna memutar bola mata malas. Bantuan dari seorang Farin, sering kali tidak bisa benar-benar dianggap sebagai bantuan. Terlebih kalau hantu centil itu menggunakan kekuatannya, yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD