Epiaode 49 - Peace

1020 Words

Aura menatap lampu-lampu jalanan yang mereka lewati sejak tadi. Di mobil itu tak ada sama sekali pembicaraan, sejak mereka meninggalkan halaman rumah Keluarga Abraham. Baik Aurel maupun Aura, memilih tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. "Maafkan aku..., Aura," ucap Aurel. Wanita itu baru saja menyingkirkan egonya demi berbaikan dengan Adik kembarnya. Ucapan singkat itu begitu sangat bermakna bagi Aura, hingga membuatnya kembali bisa tersenyum. Ia menoleh ke arah Kakak kembarnya, untuk menatap tepat ke arah wajahnya. "Aku juga minta maaf, Aurel. Maaf karena aku terlalu kekanak-kanakan hingga tak mau mendengar penjelasanmu. Maaf karena aku tak berusaha mengerti bahwa kau memang sedang panik, sekaligus tak ingin aku terluka. Maaf, karena aku hanya mengkhawatirkan hidupku sendiri,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD