8 jam sebelumnya. Drrttt..., drrttt..., drrttt...!!! Ponsel milik Aurel bergetar di atas meja riasnya. Wanita itu baru saja keluar dari kamar mandi, dan masih mengeringkan rambutnya. Ia tak mengacuhkan panggilan telepon tersebut, karena biasanya pun memang seperti itu. Tak ada yang boleh mengganggu kegiatan rutin Aurel! Drrttt..., drrttt..., drrttt...!!! Aurel pun memutar kedua bola matanya dengan perasaan jengkel. Dibantingnya handuk ke atas ranjang, dan diraihnya ponsel yang terus saja bergetar tanpa henti. "Halo? Siapa ini?" tanya Aurel, dengan nada tinggi tanpa basa-basi. "Halo Aurel, bagaimana kabarmu setelah berhasil menyingkirkanku dari tengah-tengah Keluarga Abraham? Apakah, baik-baik saja?" tanya Ronald, si penelepon. Aurel menutup pintu kamarnya yang berada di rumah Keluar

