WHOOAARRR!!! WHOOAARRR!!! WHOOAARRR!!! ZLEEEBBB!!! Georgina pun turun dari punggung Jovin, dan Jovin langsung memapahnya pelan-pelan menuju ke arah pintu rumah. "Sampai di sini saja, Jovin. Aku takut kau dimarahi oleh Kakek atau Nenekku," pinta Georgina. "Tidak akan ada yang memarahiku, sayang. Kau tenang saja," balas Jovin, berusaha meyakinian Georgina. "Tapi... ." Krekk! "Gigi..., apa yang terjadi padamu, Nak? Ya ampun, Bran..., Bran kemarilah," panggil Isabel, sambil mengambil alih Georgina dari rangkulan Jovin. Brandon pun keluar dari rumah dan bergegas menghampiri istri serta cucunya. "Ya ampun, Gigi, bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Brandon. Georgina jelas sangat kebingungan dengan sikap serta perlakuan Kakek dan Neneknya saat itu. Semua begitu berbeda seratus delapan pul

