Aurora tiba di rumah setelah saling berpamitan dengan Celline, Yvanna, dan Alrez. Mitha dan Axton--yang hari itu sedang bekerja dari rumah--menyambutnya penuh cinta. Namun Aurora tak mengacuhkan dan justru bergegas berlari ke kamarnya untuk menyalakan laptop serta printer. Mitha dan Axton tentu saja merasa heran dengan sikap putri tunggal mereka, padahal biasanya Aurora adalah orang yang hangat meski memiliki sifat paling realistis. "Ada apa dengannya?" tanya Axton. "Entahlah, aku juga baru mau bertanya hal yang sama padamu," jawab Mitha. "Aku yakin sekali, tidak ada permintaannya yang belum kupenuhi," ujar Axton sambil berpikir keras. "Haruskah kita tanyakan langsung padanya?" cetus Mitha. "Ya, mungkin sebaiknya begitu." Di kamar, Aurora ternyata sedang membongkar koleksi bingkai ta

