June dan Azela menatap ke arah Alrez yang mendatangi mereka berdua saat jam istirahat tengah berlangsung. "Boleh aku menginap di rumah kalian selama beberapa hari?" tanya Alrez. Azela dan June pun kini saling menatap satu sama lain. "Kenapa kau ingin menginap? Ada masalah di rumahmu?" tanya Azela. "Tidak ada. Hanya saja, setelah melihat bagaimana pembicaraan Ayah dan Ibuku tadi pagi, aku rasa ada baiknya kalau aku tak ada di rumah sementara waktu. Kalian tahu sendiri, aku selalu tak bisa melihat Ibuku menangis. Aku tak bisa menerimanya jika sampai dia mengeluarkan airmata," jawab Alrez, jujur tentang apa yang tengah dirasakannya. Azela dan June jelas tahu akan hal itu. Alrez adalah yang paling sulit mengontrol emosinya, maka dari itu dia selalu banyak berdiam diri dan tak mau tahu uru

