Arhoz turun dari lantai atas, saat waktu makan tiba. Semua pelayan sedang sibuk menyiapkan hidangan di dapur, dan Adik-adiknya masih berada di kamar mereka masing-masing. Ia berhenti di depan cermin besar yang ada di bawah tangga, memastikan kalau penampilannya sudah sangat sempurna siang itu, sebelum bertemu dengan pujaan hatinya. Bagi Arhoz, penampilannya tak boleh terlihat berlebihan, dan hanya perlu cukup terlihat pantas. Tok..., tok..., tok...!!! Arhoz berjalan ke pintu depan, saat mendengar suara ketukan pintu. Ia tak mau menyuruh pelayan untuk membuka pintu itu, karena mereka sedang sibuk dan pekerjaan takkan selesai jika mereka teralihkan pada hal lain. Ia bergegas membuka pintunya, dan melihat sosok Ronald yang tersenyum ke arahnya. "Siapa kau?" tanya Arhoz, penuh selidik. "Ak

