Ben menatap jendela di ruangan kantornya sambil kembali memikirkan syarat yang Adriana ajukan, selama ia belum menjelaskan dengan jujur mengenai apa yang ada di dalam dirinya. Ia benar-benar masih bingung mengenai cara menjelaskan yang sebenarnya, pada wanita itu. Ketakutannya jauh lebih besar, membuatnya selalu saja kalah dan kembali mundur meski telah membulatkan tekad, di awal. Di sisi lain, Ben juga takut kalau Adriana akan bosan menunggu hingga pada akhirnya akan menyerah, dan pergi dari sisinya. Ia benar-benar tak sanggup membayangkan hal itu. Ia sangat tak ingin hal itu terjadi. Ben masih mempertimbangkan saran dari Aurel, untuk mengatakan dengan jujur mengenai semua rahasianya, pada Adriana. Bagi Ben, pendapat Aurel benar, yang mengatakan bahwa jangan sampai ia menyesal akibat ter

