“Kau sudah tahu jika apartemenku kecil.” Suara Richie membuat lamunan Sharlynn seketika buyar. Bahkan ia tak sadar jika sudah berada di depan pintu apartemen suami kontraknya. “Aku tak ingin mendengar keluhan.” Setelah mengatakan kalimat terakhir, Richie membuka pintu dan masuk ke dalam. Sharlynn mengerjap dua kali. Kemudian menyusul keberadaan Richie sembari menyeret koper berukuran tak terlalu besar masuk ke dalam. Setibanya di dalam, Sharlynn terlihat bingung. Apartemen yang Richie miliki hanya memiliki satu kamar dengan satu kamar tidur. Bahkan lemari yang ada di dalam kamar juga hanya satu. Saat wanita itu berjalan di depan kamar, terlihat Richie berdiri memunggunginya berada di dalam kamar melepas jas dan kemejanya. Sharlynn tampak kikuk saat untuk kedua kalinya ia melihat punggun

