Sharlynn menggerakkan hidungnya saat ada aroma parfum lain yang berada di dekatnya. Ia paham jika parfum yang digunakan oleh Keenan bukanlah itu. Cahaya yang cukup menyilaukan seolah menutupi pandangannya, ia tak bisa melihat sosok yang ada di belakangnya. Wanita itu mulai penasaran, telinganya mendengar suara napas yang halus. Juga, terpaan napas hangat yang menerpa tengkuknya. Sharlynn terkejut saat ia membalikkan badan, Richie sudah berdiri tepat di hadapannya. Ia mundur hingga punggungnya membentur dinding kaca yang menyebabkan getaran halus pada kaca tersebut. “Kau mengagetkanku!” amuk Sharlynn sembari menghembuskan napas kasar. “Dimana uncle Keenan, kenapa tiba-tiba ada kau?” Sharlynn yang menutupi pipi kemerahannya memiringkan kepala dan mencari-cari keberadaan sang paman di dala

