“Richie, aku mau keluar! Buka pintunya!” Sharlynn dengan panik masih berusaha membuka gagang pintu. Apalagi saat telinganya mulai menangkap suara guyuran air shower yang berada tepat di belakangnya. Sharlynn terdiam, ia memejamkan kedua matanya dengan erat. Shower mengguyur, itu artinya Richie sudah mulai membersihkan dirinya. Apalagi, ia merasakan tetesan air shower memercik pada punggungnya. Ditambah lagi aroma cologne pria semakin tajam menusuk. “Richie, apa yang kau lakukan?” Sabun yang mulai berubah menjadi busa hampir di seluruh tubuh Richie mulai berkurang saat air shower membilasnya. Mendapat pertanyaan Sharlynn, pria itu tidak menjawab. Ia baru memutar tubuhnya saat busa mulai menghilang dan tubuhnya bersih. “Kau masih mempertanyakan apa yang aku lakukan?” tanya Richie yang sem

