"Kayaknya elo deh, yang nggak begitu rela pergi ke New York malam ini , Nja." Irawan membuka pembicaraan dengan adiknya ketika mereka dalam perjalanan menuju ke bandara. “Muka lo butek banget sumpah!” Malam ini Arya berangkat ke New York. Tak seorang diri, sebab akan ada Irawan yang menemani selama dua minggu pertama di sana. Karena ternyata Arya tak hanya menyelesaikan pendidikannya di NYU tapi sang ayah juga memberi mandat untuk membantu salah seorang rekanan bisnisnya yang menetap di sana. "Please deh, stop panggil gue dengan sebutan itu, Mas!" Arya menoleh dengan kilatan mata tajam ke arah kakak keduanya. “Gue bukan anak manja asal lo tau!” "Oh, iya sih, udah bukan anak manjanya mama ya? biasanya ke luar negeri selalu dibuntuti mama, sekarang nggak lagi," ledek Irawan tak menggubris

