Alisha menatap lurus ke depan, di mana jari-jemarinya saling bertaut satu sama lain demi menyembunyikan kegugupan dalam hatinya. Padahal ini bukanlah pertemuan yang pertama, tapi entah kenapa, hari ini hatinya dilanda bimbang. Terlebih lagi saat menatap tatapan sendu dan berkaca-kaca dari sosok perempuan paruh baya yang kini ada di hadapannya. “Setidaknya saya sangat berterima kasih karena tiga hari ini kamu memberi ijin untuk melihat Magika,” Ucapan tulus Hanami kembali mengalun di telinga Alisha. Alisha tak menjawab, namun dari senyum tipis dan anggukan pelan kepalanya, Hanami tahu kalau perempuan muda di depannya sudah jauh lebih tenang daripada terakhir kali mereka berdua bertemu. “Hmm … kamu mau bawa Magika ke Banten?” Hanami kembali yang memulai percakapan karena Alisha lebih ban
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


