Bab 35 - Tidak Terlahir Sempurna

2141 Words

Tuan Adskhan melirik putra bungsunya dengan tatapan memicing. Ia sibuk tidur beralaskan pangkuan istrinya, tidak berbicara apa pun selain menerima suapan irisan buah apel yang terus diangsurkan, membiarkan Ozan tetap berbaring menyamping. Menghadap sang Ayah yang duduk di sofa seberang. “Sikapmu tidak mencerminkan usiamu, Ozan.” Ozan menatap sekilas, membuka mulut untuk menerima suapan dari sang Ibu. “Papa hanya iri denganku,” balasnya sedikit tersenyum jahil. “Mama ... Irisannya lebih tebal saja.” “Kau akan tersedak saat mengunyah dengan keadaan tidur menyamping seperti ini, Nak,” balas wanita yang sudah memiliki dua cucu dan tanpa sadar telah mendapati kedua putra kecilnya tumbuh dewasa. Ada haru yang selalu melingkupi dirinya ketika bercermin dari masa lalu. Terlalu banyak hal yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD