Setelah kencan itu, pembahasanku dan Evan semakin intim. Bahkan ketika sedang chatting diaplikasi Meetsup pun begitu. Kadang kami video call. Tapi tidak bersuara. Hanya menunjukkan benda berharga milik kami. Lalu melancarkan aksi kami untuk mendapatkan kepuasan tanpa bertemu langsung.
Shift sore pun tiba. Seperti biasa aku dan Evan berangkat bersama dari parkiran menuju tempat kerja mereka. Setelah sampai, mereka absen lalu menuju ke bagian mereka masing-masing.
-SKIP-
Pada waktu istirahat kami makan bareng diparkiran. Aku membawa dua bekal yang disiapkan oleh ibuku. Satu untukku dan satu lagi untuk Evan. Kami menyantap makanan bersama sambil ngobrol. Setelah selesai makan, Evan menatapku penuh dengan nafsu. Lalu Evan mencium bibirku dengan lembut. Tangannya bergerak meraba raba payudaraku. Lalu aku menepisnya dan melepaskan ciuman mesra itu.
"Udah yang. Ini kan diparkiran. Ntar kalau orang lain liat gimana ?" Tanyaku lirih takut orang lain dengar.
"Duh yang pengen nih. Kamu pegang punya aku yah." Rengek Evan
"Sayang, udah ih!!" Bentakku pelan.
Benar saja. Ada orang lewat. Hufft. Untung saja kami sudah melepaskan percumbuan mereka. Sontak Aku dan Evan cekikikan bersama. Huh.. Untung untung. Lalu kami bergegas kembali ke tempat kerja untuk melaksanakan sholat maghrib bersama.
-SKIP-
Diaplikasi Meets Up.
[Yang, aku pengen banget nih tidur sama kamu. Kapan-kapan ngamar lagi yuk.] Ajak Evan
[Kapan yang? Kita kan gak ada libur. Minggu aja kadang masuk.] Tanyaku
[Izin bareng yuk. Hari biasa aja jangan minggu.] Kata Evan
[Hmm hari apa dong? Aku ngikut deh. Ntar aku cari alasan sama mandor aku.] Kataku
[Kamis aja ya yang?] Kata Evan
[Iya sayang.] Jawabku
[Ah nggak sabar banget pengen gituan sama kamu sayang. Ahh. Vcs yuk yang. Udah tegang nih.] Kata Evan
[Ah kamu mancing mancing sih sayang. Aku pengen juga nih. Mmm kangen burung kamu yang.] Kataku yang sudah terangsang juga.
Kami pun Video Call. Evan bergegas ke kamar mandi sambil memakai headset. Membuka celananya. Lalu memegangi burungnya. Sedangkan aku dikamar selimutan dan melepas bajuku, memegangi miss V ku dan payudaraku.
[Kok gelap. Kamu nyalain flash hp kamu dong.] Kata Evan dalam chat
[Iyah..] balasku.
Aku memegangi payudaraku sambil merem melek seakan akan Evan yang meraba putingku. Kami berfantasi seakan sedang melakukan cocok tanam bersama. Evan mulai mengocok burungnya dan mulai merem melek. Aku mengempit guling dan memaju-mundurkan pantatky dengan penuh gairah & gerakan sexy yang membuat Evan tak tahan lagi.
[Ahh. Ayo sayanggg. Enak sayanghh .. ahh sayangkuhhh nikmatnyahh sayangghh . Ahh babyyyh. Lagi sayang. Aaah aaahh ahhh uhh baby. Ahhh masukin mentok sayangg auuuh.] Kataku perlahan takut orang rumah dengar.
Aku terus mendesah sehingga membuat Evan menggerakan tangannya lebih cepat. Sambil sesekali melihat layar ponselnya. Lebih cepat dan cepat sekali. Hingga akhirnyaa... Crootttt. Ahhh. Mr P Evan mengeluarkan spermanya yang banyak sekali. Lalu kami mengakhiri video call s*x kami.
***
Hari Kamis telah tiba.
Aku meminta izin kepada mandorku. Aku terpaksa berbohong izin acara keluarga. Padahal aslinya mau bercocok tanam dengan Evan. Aku juga berbohong kepada orang tuaku. Aku bilang mau ke bank untuk mengurus sesuatu. Ada yang salah dengan kartu atmku. Aku menitipkan sepedaku diparkiran dekat rumah Evan. Lalu Evan menjemputku dan berangkat bareng berboncengan menuju pegunungan didaerah Sukasuka.
Sesampainya disana. Kami memesan kamar durasi dari jam 9 sampai jam 5 sore. Kami patungan untuk menyewa kamarnya. Sesampainya dikamar. Evan langsung menikamku dengan lembut dan menempelkan badanku ke tembok.
"Sayang, Aku mau gaya s*x sambil berdiri yah." Bisik Evan.
Aku mengangguk sambil tersenyum tipis.
Lalu Evan membuka jilbabku. Terlihatlah rambutku yang panjang terurai. Manis, Cantik sekali.. kata Evan. Lalu mengusap perlahan kepalaku. Mengelus-ngelus rambutku. Menatapku, mendekatkan wajahnya. Perlahan mencium bibirku dengan lembut. Melumat bibirku. Aku yang menikmatinya mengalungkan tanganku ke leher Evan , dan membalas ciuman Evan. Evan senang aku agak agresif saat ini. Lalu tangan Evan berusaha menjelajahi dadaku yang masih terbalut bajuku. Meremasnya dengan lembut yang membuatku mendesah pasrah dan reflek memegang mr P Evan. Meraba rabanya. Ahhh... Membuat Evan semakin bersemangat. Evan melepaskan bajunya & melepaskan bajuku. Semuanya. Tak tersisa. Lalu mencium leherku.
"Ahhhh." Desahku.
Aku menekan nekan leher kekasihku. Pertanda tidak mau melepaskan Evan yang menciumi leherku. Terlihat pinggul mereka sudah goyang maju mundur membuat kami tak sabar. Ciuman itu merambat kebawah. Evan mengulum p****g kiriku, dan tangan kanannya memainkan putingku yang kanan. Tanganku juga tak mau kalah memainkan mr P Evan yang tegang dan keras. Suasana berubah semakin panas. Nafas kami ngos-ngosan pertanda sudah sangat terangsang.
"Sayang. Buka paha kamu yang lebar yah. Udah gak tahan nih sayang pengen masukin." Kata Evan tak sabar.
Aku membuka lebar pahaku. Lalu Evan memasukan juniornya dengan pelan.
"Ahh. Udah masuk sayang." Kataku yang memberi tahu kalau pucuk mr P nya sudah masuk ke vaginaku hanya satu kali hentakan.
"Bentar yah aku diemin dulu bentar. Sambil aku mentokin nih sayang." Bisik Evan.
BLESSS. Masuklah junior Evan sepenuhnya.
"Mmmhh. Panjang banget punya kamu sayang." Desahku.
Evan memutar mutarkan perlahan. Menggoyangkan dengan memutar juniornya divaginaku. Lalu memaju mundurkan perlahan.
"Aahhhh.. kenapa enak sih!!!" Kataku sambil merem melek.
"Enak kan sayang. Aku cepetin yahh."
Bisik Evan lembut
"Iyahh sayangghh.. aaah.. cintakuhh. Lebih cepet sayang." Desahku.
"Iyah sayanghhh." Kata Evan.
10menit kami melakukannya sambil berdiri. Lalu kami mengganti posisi. Merebahkan badanku di kasur. Evan diatas dan aku dibawah. Lalu memasukkan juniornya lagi.
Bless. Bless.. bless ..bless..
Pluk pluk pluk. Suara vaginaku yang basah saat dimasuki junior Evan.
"Faster sayanghh.. enak banget sayang. Jangan berhenti yah.. Mmhh mmmhh mhhh.. ngggh" Desahku.
Evan memasukan mr P nya dengan sangat mentok. Mentok sekali. Sampai aku keenakan. 20 menit.. 30menit... Gerakannya semakin cepat. Pertanda Evan mau mengeluarkan cairan kenikmatannya.
"Coming baby! ahhhhh!" Kata Evan
Evan mencabut mr P nya, menaruh nya diatas perutku. Dan Croooooottttt. AHHH kami keluar bersamaan.. lalu Evan membersihkan s****a nya dengan tissue. Lemass.. dan kamipun berbaring bersama.
"Capek ya sayang?" Tanyaku.
Terlihat Evan masih ngos-ngosan. Dan senyum tipis.
"Kamu sempit banget. Lagi yuk." Ajak Evan lagi. Sepertinya dia ketagihan. Hehe.
Memang setelah keluar, Mr P Evan tidak lemas begitu saja. Malah semakin tegang dan kencang. Lalu mereka melakukannya lagi dengan style yang berbeda. Saat ini mereka mencoba doggy style. Aku pun menungging dan Evan memasukkan burungnya.
Blesssssh.
Maju mundur. Maju mundur 100x. Hehe.
"Kaya gini berasa lebih mentok sayangghh"
Kata Evan yang merem melek. Sambil memaju-mundurkan burung panjangnya.
"Sayang kok agak sakit yahh.. Ahh Ahh Ahh.. Sayanggh Stopp.. Ahh Ahh." Kataku kesakitan. Memang agak perih rasanya.
"Bentar sayanghh . Enakk inihh. Mem*k kamu enak banget sayang. Bikin kecanduan." Kata Evan keenakan.
Evan terus menghujam vaginaku. Semakin cepat. Cepat. Sangat cepat. Dann Crooottt. s****a Evan keluar lagi. Tapi diluar, dipunggungku. Lalu Evan mengelapnya dengan tissue. Kami pun beristirahat sejenak. Dan memesan makanan.
Setelah memesan makanan. Mereka tiduran lagi. Evan membuka folder hpnya yang ternyata banyak sekali video porno. Lalu Evan mengajakku untuk menonton. Kami terangsang lagi. Dan melakukannya lagi dengan ganti gaya. Kami melakukannya sebanyak 7x dalam sehari itu. Wow. Kayak pengantin baru gak sihh? Duhh. Mana tanpa pengaman lagi.
Waktu menunjukan pukul 5 sore, pertanda waktu mengamar sudah usai. Lalu kami berkemas dan pulang.
Bersambung..