Cincin

1190 Words

Salwa menggeram dengan kedua tangan terkepal. Sudah habis stok kesabarannya hari ini. Seandainya ada counter isi ulang kesabaran, lekas dia akan berlari sekarang juga untuk mengisi ulang kesabarannya sebelum dari kepalanya keluar asap. Menghadapi satu Alvin saja rasanya bengek. Harus sering dia tarik ulur napas agar tak merasa sesak di d**a. Sekarang malah tambah lagi makhluk menyebalkan yang datang untuk menguji kesabarannya di saat-saat yang dirasa berat oleh Salwa. “Kamu nguntit,” tuduh Salwa. Matanya tajam tertuju pada Teguh. Teguh meringis, tidak mengelak tuduhan yang ditujukan padanya. “Aku belum minta nomor WA.” Dia menggaruk tengkuknya, blak-blakan mengungkapkan tujuan yang membuat Salwa memutar bola matanya. “Jauh-jauh kamu ikuti aku hanya untuk nomor hape?” “Yups, masalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD