9

598 Words

Keduanya saling diam hingga masuk ke dalam restaurant untuk makan malam. Sampai di meja pun keduanya malah merasa canggung dan keki. Aji mengumpat dirinya sendiri yang begitu bodoh dengan ucapannya tadi kepada Puri. Tak mungkin lah Puri mau dengan Aji. Walaupun secara jabatan memang lebih tinggi Aji di bandingkan Puri, tapi urusan gaji tak beda jauh hanya berbeda di tunjangan jabatan saja. Lagi pula untuk apa Aji harus berbaik hati pada Puri. Toh, tidak ada untungnya bagi dirinya. Aji dan Puri menikmati makan malamnya dengan tenang tanpa ada satu kata pun dari keduanya. "Kita habis ini lanjut kerja kan? Atau gimana? Ini banyak lho, Ji. Gue insecure kalau bisa selesai dalam waktu satu minggu. Lagi pula, loe tahu gak, laporan keuangannya rumit banget dan banyak poin yang kayaknya di seng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD