Bonar melangkah dengan cepat ke arah lobi ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tas kerjanya yang berisi laptop dan beberapa pekerjaan yang masih tersisa tersampir di lengannya. Bonar malam ini benar-benar akan makan malam bersama Safira sesuai yang sudah di janjikan, kebetulan sekarang juga Safira masih di kantor , gadis itu memiliki pekerjaan yang juga harus di selesaikan. Kalau kata orang-orang mah, kalau jodoh memang tidak kemana, jodoh makan bareng maksudnya tapi kalau di kasih kesempatan untuk menjadi jodoh dunia akhirat Bonar juga mau banget. Safira Pramesti. Bonar jelas tidak bisa menolak pesona gadis itu. Senyum Bonar melebar ketika melihat Safira melambai ke arahnya, senyum Bonar semakin melebar melihat itu, langkahnya semakin lebar dengan napas yang sedikit tersenggal

