HANDSOME DEVIL

1596 Words

Pandangan Rafael yang tertuju langsung ke ranjang itu menjadi nanar demi dilihatnya Sinta meringkuk dengan sempurna, seperti bayi yang nyaman di pelukan ibunya. Rafael tersenyum dan mendekat, kemudian duduk dengan pelan di pinggir ranjang. Diamatinya ranjang itu. Lalu sebuah senyum terukir di wajahnya yang tampan. Karena dia teringat pergulatan serunya semalam. Dibelainya lembut pipi Sinta dengan punggung tangannya yang besar. Tapi laki-laki itu terkejut ketika merasakan bahwa pipi Sinta sangat panas. Apalagi ketika dia amati lebih lama bahwa tubuh Sinta ternyata menggigil dalam balutan selimut. “Hei, Sayang.. kamu sakit?” Raf bertanya dengan nada yang menunjukkan kekhawatiran tinggi. Sinta tak menjawab karena matanya masih saja terpejam, sementara tubuhnya juga masih menggigil. Raf mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD