Author PoV Dengan langkah pelan agar tak menimbulkan suara yang membuat Sinta terbangun, Raf mendekati ranjang. Dia berdiri mematung di dekat ranjang, menatap perempuan yang tengah pulas itu dengan pandangan yang dia sendiri bahkan tak mampu menguraikannya. Lalu dengan gerakan pelan pula, Raf duduk di sisi ranjang. Tangannya yang coklat kokoh mencoba meraba sisi wajah Sinta dengan gerakan lembut dan penuh perasaan. Dan sial, karena kelembutan kulit Sinta membuat sisi liar Rafael bangkit kembali. Membuat Rafael tak habis pikir, bagaimana mungkin dia gampang sekali terangsang jika berdekatan dengan perempuan ini. Raf menghela nafas berat, mencoba meredam hasratnya yang mulai meliar. Tapi sayang, tangannya bahkan tak ingin berhenti, karena kini ibu jarinya mulai mengusap bibir Sinta yang t

