Chapter 23

1253 Words

Jujur saat ini jantung Revan berdetak tidak beraturan saat pagi tadi ia bertemu dengan Aurora hingga sekarang didalam mobil yang terisi hanya dirinya dan Aurora, suasana didalam mobil kian mencekam karena Aurora terus menampilkan raut dinginnya. " Ra kamu kenapa sih?,kamu kalo diem terus bikin aku bingung ".ucap Revan sambil mengacak rambutnya frustasi, memang Aurora selalu disamping nya namun sedari tadi Aurora mendiamkannya. Revan ingin membicarakan masalah kuliahnya pada Aurora, namun melihat Aurora seperti itu Revan mengurungkan niatnya. Revan takut Aurora akan semakin mendiamkannya bahkan takut Aurora menjauhinya. " aku gakpapa ka ". " perempuan kalo dia bilang gak papa itu tandanya ada apa-apa ra, jadi tolong kasih tau aku, apa yang kamu pikirin ,.".ucap Revan sambil menepikan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD