Chapter 19

1244 Words

Dua minggu setelah kejadian di kantin Aurora dan Revan belum juga berbaikan, dan keduanya tidak ada yang memulai untuk menyelesaikan masalah. Keduanya sama sama dibesarkan oleh ego masing masing, dan karena ego itulah mereka saling menyakiti satu sama lain. Hari sabtu yang melelahkan bagi Aurora, padahal ia tidak melakukan apapun selain memandangi kotak persegi panjang itu. " Ra udahlah, lo lebih baik ngomong duluan ama Revan,,, daripada lo kaya gini terus udah kaya mayat idup tau gak,,".ucap Regina sambil mengunyah makanan yang ada ditangannya saat ini, sebelum nya Regina ditelpon oleh Aurora untuk datang kerumahnya. Aurora bilang ia ingin curhat tetapi sampai sekarang Aurora masih diam sambil memandangi room chatnya dengan revan. " gak mau,". " gimana masalah kalian mau cepet selesa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD