Melirik dari balik majalah, Keyla memicingkan mata, bibirnya mencibir hingga mengerucut. Dewa terus memandanginya seperti sedang mencemooh. Keyla memutar bola mata malas. Ia merasa sangat risih jika terus diperhatikan seperti itu. Keyla segera memalingkan muka lagi tidak ingin terlihat kontak langsung dengan sang suami. Dewa masih mematung di depan lemari. Entah apa yang dia lakukan. Menghela napas, kemudian meletakkan majalah ke meja. Ia berlalu ke ranjang mengambil bantal dan selimut, kemudian memeluknya membawa berjalan ingin keluar. Biarkan saja Dewa bersikukuh ingin tidur di kamar ini, biar dia mengalah yang tidur di tempat lain. Lagi pula itu tidak terlalu buruk bukan? Dengan wajah ketus ia terus saja berjalan hingga sampai di depan pintu. Ia memutar hendle hingga .... Keyla

