Bab 28

1434 Words

Renaldi mengetik pesan terakhir. Layar ponselnya memantulkan wajahnya sendiri yang pucat dengan mata merah, dan bibir yang menegang seperti seseorang yang sedang bersiap melemparkan dirinya ke tebing. "Kita perlu bicara. Datang ke Studio 3, lantai bawah. Ini penting. Tolong datang." Ia menekan kirim. Ponsel bergetar sekali—pesan terkirim—lalu diam. Tidak ada balasan. Tidak ada tanda mereka sedang mengetik. Renaldi menarik napas panjang, lalu memasukkan ponsel itu ke dalam tas. Di atas ranjang, Zane sedang duduk, masih memakai hoodie kampus, memeluk lutut. Ia memperhatikan gerakan Renaldi dengan alis mengerut. "Kenapa bawa map segitu banyak?" tanya Zane. Renaldi tidak langsung menjawab. Ia memasukkan map tebal itu, isi kertas yang sudah menguning di tepi, ponsel lama yang retak, dan sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD