Rahasia Mami

1246 Words
Mami Elen menatap Alana dengan murka. begitu mendapatkan telefon dari Alex kepalanya terasa akan meledak. apa yang ia fikirkan sejak kemarin terbukti jadi kenyataan. Alana pasti punya niat tidak baik kepada adiknya. meski menampik fikiran negatifnya sendiri Mami Elen tetap tidak tenang dengan keputusannya mengizinkan Alana ikut dengan Alex dan Alma. sebelum tidur malam Mami Elen memperpanjang doa nya agar kekhawatirannya tidak terjadi. namun bagaimanapun menyangkal firasatnya sebagai seorang ibu tetaplah kuat. sesal tidak akan merubah apapun. tidak cukup dengan wajah kecewa Alma saja sekarang ditambah lagi dengan kotoran yang Alana lemparkan diwajahnya. " Kamu benar - benar keterlaluan, Alana! tega kamu melakukannya pada adikmu sendiri " bentaknya teramat kecewa. Alana menatap Maminya datar ", Mami nggak usah teriak, berisik tahu " jawabnya ringan. Mami Elen melototi Alana geram. " mau ditaruh dimana muka Mami,ha?! " ujar Mami Elen berang ", kenapa kamu sampai hati merusak kebahagiaan Alma, dia adik kamu. satu - satunya saudara kamu ! " Alana bergeming. tak tersentuh dengan emosi yang diluapkan oleh Maminya. " Mami kecewa pada kamu " ucapnya terisak. " Aku juga kecewa sama diriku sendiri " ujar Alana pelan namun mampu menampar hati Maminya. Mami Elen tahu benar apa yang Alana maksud. Noda masa lalunya yang membuat Alana jadi begini. " Mami pasti juga tidak mau menjadi akukan ? " tanya Alana mulai terisak ,"aku benci sama Alma karena memiliki segalanya tapi aku lebih benci pada diri sendiri " Mami Elen membawa Alana kedalam dekapannya. Bukan hanya Alma yang rapuh tapi Alana juga. " Alma selalu punya orang yang menyayanginya, dulu Papi sekarang Alex. sedangkan aku ? aku tidak punya laki - laki yang bisa aku panggil Papi " raungnya pilu. Ingatan Mami Elen terseret jauh kebelakang, kemasa mudanya yang ia habiskan seperti kebanyakan anak muda lainnya. Berdarah campuran dan dibesarkan dinegara yang katanya maju dan menjunjung tinggi peradaban manusia nyatanya Mami Elen muda tidak lebih dari wanita muda labil yang suka keluar masuk klub malam pinggiran kota. merokok, minum minuman keras dan free s*x adalah sederet perilaku modern yang mereka akui menjadi hal lumrah dikalangan anak muda. Negara yang menggaungkan sebagai pelaku hak asasi terbaikpun tidak bisa melindungi hak Mami Elen yang hamil diluar nikah. dalam kondisi tertekan dengan kehamilannya yang tidak diinginkan hadirlah Papi Yongki yang mau memikul tanggung jawab bersama Mami Elen. Papi Yongki bukanlah orang asing bagi Mami Elen dan keluarga. mereka sering bertemu diacara pemuda dan pelajar indonesia yang tinggal diluar negeri juga acara diaspora lainnya. Papi Yongki sedang menempuh pendidikan pasca sarjana kala itu. dari awal perkenalan sudah memendam rasa suka pada Mami Elen. namun karena Mami Elen sudah punya pacar Papi Yongki memilih mengalah. kesempatan datang saat pria tak bertanggung jawab meninggalkan benihnya diperut Mami Elen. Jadilah mereka menikah saat kandungan Mami Elen berusia enam bulan. Menjelang kelahiran Alma mereka memutuskan kembali ke Indonesia karena Papi Yongki sudah menamatkan studinya. Rahasia kelahiran Alana selalu mereka simpan rapat - rapat sampai disuatu hari yang mendung Alana mengetahui kebenarannya. telefon dari orang asing yang sering datang kerumah mereka menjadi penyebabnya. Alana mungkin bisa berpura - pura tidak terjadi apa - apa pada awalnya namun seiring waktu ia tidak bisa membohongi dirinya kalau ia juga ingin bertemu dengan papa kandungnya. Keinginan Alana tidak pernah dikabulkan oleh orang tuanya dengan alasan yang sangat egois bagi Alana. menurut mereka kehadiran Papi Yongki sudah cukup baginya. mereka memaksa Alana menerima pendapat mereka tanpa mendengarkan pendapat Alana sendiri. " Maafkan Mami nak " ucap Mami Elen. tangannya mengusap punggung Alana dengan sayang. " tolong jangan limpahkan kebencianmu pada Alma, dia sudah cukup menderita selama ini " " kenapa Mami hanya memikirkan perasaan Alma saja ? apa aku tidak berarti buat Mami? " Mami Elen menggeleng ," kamu salah. bagi Mami kalian berdua sama berharganya. kalian nyawa Mami " sebutnya " jika kamu ingin membenci seseorang bencilah Mami " Sambil terisak Alana menggeleng. " Mami mungkin terlalu fokus dengan Alma sampai mengabaikan kamu. Mami fikir kamu bisa melewati semuanya karena bagi Mami kamu puteri Mami yang kuat tapi apa menurutmu selama ini Papi membeda- bedakan kamu dengan Alma ? " Kembali Alana menggeleng. " Bukan karena kita merasa kurang beruntung kita bisa menyalahkan orang lain atas kemalangan kita " Alana masih terisak dalam pelukan Maminya. " Buang kebencian dan rasa iri itu niscaya kamu akan lebih bahagia " *** Bunyi ponsel yang berdering membangunkan Alma dari tidurnya. badannya terasa sakit semua karena aktifitas panas mereka yang berakhir menjelang subuh. Alma benar - benar kehabisan tenaga dibuatnya. setelah dimulai dari ranjang dilanjutkan dengan satu kali pelepasan di sofa, satu kali dibalkon dan kembali lagi keranjang. sempat tertidur sebentar kembali lagi dengan sesi percintaan liar yang menakjubkan. Alma meraih ponselnya. pukul sepuluh pagi. Alma ingat tadi masih sempat menyetel alarm sebelum tidur. bukan tanpa alasan sebenarnya karena hari ini Alma ingin mengajak Alex berkeliling villa sebelum kembali besok pagi. bulan madu mereka memang cuma sebentar, lebih tepatnya disebut pre honeymoon. Alma menyingkap selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. namun kembali ia tarik dengan cepat begitu mendengar pintu terbuka dari luar. Alex muncul dengan nampan berisi sarapan. senyum hangat menyungging dibibirnya. " Babe, ayo sarapan " panggilnya begitu sampai dimeja balkon. Alma turun dari ranjang dan berjalan tergesa - gesa ke kamar mandi. Alex yang melihatnya dari celah pintu yang terbuka hanya bisa tersenyum. tidak mau kembali tergoda dengan pemandangan menggiurkan tersebut. Alma memakan rotinya dengan lahap nyaris tersedak. Alex mengulurkan gelas yang berisi air putih yang langsung diminum Alma hingga tandas. " Yang kamu benar - benar lapar ya ? " tanya Alex si mister random. bagaimana tidak random kalau panggilannya pada Alma ia ganti sesuka hatinya saja. " banget " angguk Alma. Alex tersenyum geli. didorongnya scrambled egg miliknya yang belum ia makan kehadapan Alma. tak lupa segelas s**u hangat yang sengaja ia bikin untuk sang isteri. " makasih " " oke darling " kedipnya genit. Alma mengabaikan saja, perutnya lebih butuh perhatian dibandingkan Alex. *** Alex dan Alma berjalan di sekitaran Villa. menikmati pemandangan kebun teh yang terlihat indah sejauh mata memandang. terasa nyaman dan damai. " Kamu sering kesini ? " " nggak juga jika ada acara keluarga saja, itupun aku tidak selalu ikut " " kenapa? " " malas " jawab Alex acuh. " malas ? alasan macam apa itu ? " " kamu ingat aku pernah bilang kalau aku tidak terlalu diinginkan ?" Alma mengangguk. " kerena alasan itulah aku malas bergabung bersama mereka " " apa kamu anak ... " " bukan seperti yang kamu fikirkan honey, aku bukan anak haram atau semacamnya. mereka tidak mengharapkan aku justru karena aku pewaris yang sah. mereka yang tidak menginginkan aku adalah paman dan sepupu - sepupuku yang takut tidak mendapat bagian karena keberadaanku. harapan mereka sudah terlalu muluk saat papaku tidak kunjung dikaruniai seorang keturunan." Alma mengangguk mulai memahami sedikit latar belakang suaminya. " apa nanti kita akan tinggal bersama mereka ? " tanya Alma hati - hati. " apa kamu tidak jadi ingin tinggal bersama Mami Elen ? " Alma menggeleng. sebelumnya Alma yang membujuk Alex agar mau tinggal bersama dirumah keluarganya tapi sekarang tidak jadi. pasti karena kejadian kemarin. Alex memahami perubahan keputusan Alma. tidak akan jadi masalah besar, nanti mereka bisa sering berkunjung kerumah mertua. memang begitu seharusnya isteri ikut tinggal bersama suami. Alex sendiri lebih suka tinggal diapartment karena lebih praktis dan strategis. namun jika Alma mau tinggal dirumah juga tidak masalah baginya. dimanapun asal bersama Alma akan Alex jalani dengan senang hati. Bersambung antique : terima kasih banyak sudah membacanya•_•
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD