Sepeninggal Alex dan Alma, Wiguna dan Sriyati sarapan berdua. Masih ada beberapa anggota keluarga yang belum pindah dari sana tapi mereka memilih tidak bergabung karena menghindari Wiguna. Apa yang terjadi di dapur tadi dengan cepat tersebar ke seisi rumah. Mereka sekarang sibuk mengumpati Wiguna dalam kamarnya masing - masing. Merasa Wiguna sudah mulai lemah karena sudah mengikuti maunya Alex tanpa peduli dengan nasib mereka lagi. Tante Sila dan Liani masih misuh - misuh di kamar yang sama ketika suara ketukan pintu memaksa mereka diam dan mempersilahkan dipengetuk pintu untuk masuk. Setelah pintu terbuka terlihatlah salah seorang anak buah Wiguna disana. " Ada apa?" tanya tante Sila setengah membentak. " Tuan menyuruh ibu Sila segera mengosongkan kamar segera begitu juga dengan mbak L

