Nathan semakin menaruh hati sama Lala. Kesehariannya tak bisa lepas dari Lala. Senja sore ini tak malu-malu menampakkan dirinya. Nathan menghampiri Ayahnya yang duduk santai menghibur diri bersama beo kesayangannya. 'Pa,aku mau bicara serius" "Apa, ngomong saja. mau membahas apa? bisnis atau menikah?!" "Pa, aku ingin mempersunting Lala buat jadi istri aku. Papa pasti setuju kan!?" "Hahahaha rupanya kau siap juga buat menikah" "Ketahuilah, yang pertama : Lala gadis mandiri sejak Mamanya pergi. Itu tantangan berat yang harus kau taklukkan sebagai laki-laki. Yang kedua : Lala memiliki luka yang belum sembuh didalam hatinya. Untuk masalah restu, siapapun wanitanya pasti Papa restui, tapi ingatlah gadis ini berbeda" "Aku tau Pa, aku akan buktikan jika aku bisa jadi obat buat luka Lala "

