Sedang apa dia di sana? Nyonya Ef mengenali sosok itu seketika. Rambut panjangnya tergerai rapi, mantel krem yang dikenakannya tampak kontras dengan wajahnya yang tegang. Kelly memegang ponsel di telinga, berjalan mondar-mandir kecil, seperti seseorang yang sedang gelisah menunggu jawaban. Nyonya Ef hendak memanggilnya—sekadar menyapa—namun langkahnya tertahan ketika suara Kelly terdengar. Nada suaranya rendah, terburu-buru, dan… asing. “Tenang saja,” kata Kelly setengah berbisik, namun jelas cukup tajam untuk menembus lorong sunyi. “Tidak ada yang curiga.” Nyonya Ef refleks berhenti di balik pilar, nalurinya bekerja lebih cepat dari pikirannya. Ada sesuatu dalam intonasi itu, sesuatu yang tidak seharusnya ada di rumah sakit, di tengah kabar duka. Kelly melanjutkan, suaranya semakin j

