PERNIKAHAN TANPA CINTA

1364 Words

Hari-hari berikutnya berjalan tanpa bentuk. Ben menjual apa pun yang masih bisa dijual, seperti jam tangan mahal, sepatu kulit, bahkan cincin yang dulu dia pakai sebagai simbol status. Uang itu pun cepat habis untuk sewa apartemen, makan, ongkos hidup di negeri yang tak pernah benar-benar menerimanya. Hidup serba mahal, Ben mencoba melamar pekerjaan. Namun entah mengapa semua perusahaan menolak. Nama belakangnya mulai dikenal bukan sebagai pengusaha, tapi sebagai masalah. Sebagian perusahaan sudah mengetahui kasus Ben. Lalu dia menurunkan standar, melamar pekerjaan kasar. Tetap ditolak. Dokumennya tidak lengkap. Statusnya abu-abu. Terlalu berisiko mempekerjakan tenaga asing. Malam-malamnya diisi dengan suara kota asing yang tak pernah tidur. Tawa orang-orang yang tidak mengenalnya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD