43

1405 Words

Ruangan bernuasa putih dengan nomor pintu VIP02 itu tampak sepi. Hanya terdengar suara detakan jarum jam yang mengisi kesunyian. Sang pemilik ruangan terlihat masih nyenyak dalam ranjang rawatnya yang juga berwarna putih. Tak berselang lama, bulu mata yang menyatu itu perlahan terbuka. "Eegghh." Menarik nafas panjang sejenak dan dia hembuskan perlahan. Sangat bersyukur karena masih di beri krsempatan untuk kembali melihat dunia. Namun, detik kemudian raut wajah itu langsung berubah. Karena tak mendapati sang anak gadisnya ada di sana. Melirik ke arah jam yang bertengger manis di samping televisi yang menggantung di dinding. Pukul sembilan kurang sepuluh menit. Itu artinya Jasmine sudah telat hampir satu jam. "Kenapa sampai sekarang Jasmine belum kembali?" gumamnya cemas. Karena Jasmi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD