CID dan El sedang berada di dalam mobil. Sejak kemarin, mereka ada di depan rumah Brian untuk melakukan pengintaian. El sedang tertidur pulas dengan mulut terbuka. Sementara CID, terus menatap pintu rumah Brian. "Aku yakin, ada sesuatu yang di sembunyikan oleh rektor itu,” gumam CID CID mengambil ponsel dari sakunya. Dan, menelepon Paine. "Paine, apa, kau berhasil menyadap ponselnya?" "Tentu saja. Hal yang mudah bagiku.” "Kerja bagus." CID menutup telepon. Dan, kembali menatap rumah Brian. Seperti kucing yang sedang berburu mangsanya. Pandangan CID tak teralihkan. Bahkan, tak sedetik pun berpaling. CID melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. "Pukul 09.00. Seharusnya, dia sudah berangkat." Tak lama kemudian, Brian keluar dari rumah, dan masuk kedalam mobilnya CI

