16

1017 Words

David yang ia lihat saat ini, sama sekali bukan David yang pernah Sue kenal dulu. Dulu, David adalah pria muda yang bersih, rapi, dan murah senyum. Rasanya seakan setiap sel wajah David dulu diciptakan untuk tersenyum. Lesung di kedua pipinya akan tercetak dalam ketika bibirnya membentuk sebuah senyuman, dan Sue selalu suka melihat itu. Karena itulah, ia selalu berusaha untuk membuat David tersenyum. Namun, yang pria yang duduk di hadapannya sekarang sangat jauh berbeda dengan sosok yang dulu sempat Sue cintai itu. David yang sekarang terlihat seperti pria berumur empat puluhan dengan banyak kerutan di dahinya, juga anak-anak rambut berwarna kelabu yang mulai terlihat di kepalanya. David terlihat jauh lebih tua meskipun kenyataannya mereka seumuran. Wajah yang dulu selalu tersenyum it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD