64

1769 Words

“Oh Tuhaaan, Byron, kita harus membeli rumah di sini!” Itu adalah teriakan pertama Zoe begitu dirinya melihat rumah-rumah di lingkungan tempat tinggal baru Zac. Wanita it uterus menelepon Zac dan berkata ingin melihat rumahnya hingga akhirnya Zac menyerah dan menjemput mereka semua dari hotel sementara Sue menunggu di rumah bersama Zach yang tiba-tiba saja mau ditinggal Zac sementara. Menunggu di rumah. Itu terdengar menyenangkan. Seperti ketika ia menunggu Zac untuk pulang setelah terbang. Sue terkekeh mendengarnya. “Dan berapa rumah tepatnya yang ingin kau miliki? Kenapa kalian kakak beradik suka sekali menghamburkan uang demi sebuah rumah?” “Itu adalah investasi, Miss…” Mata Zoe berkilat melihat cincin yang kini melingkar di jari manis Sue. “Sialan! Kakakku sudah melamarmu!!” Wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD