“Jam berapa kau pulang nanti?” Tanya Ben saat mobil yang ia kendarai berhenti di depan sekolah musik tempat Sue mengajar. “Jam empat. Ben, aku bisa pulang sendiri. Aku tahu rute bus mana yang harus aku naiki,” ucap Sue sebelum pria itu melanjutkan perkataannya. Sue tahu apa maksud Ben menanyakan itu. Pria itu ingin menjemputnya seperti yang biasa dilakukannya. “Aku akan menjemputmu,” ucap Ben dengan keras kepala. Sue mendesah. Sejak pertama kali bekerja hingga hari ini, Ben selalu mengantar dan menjemputnya bekerja. Hampir semua orang di sekolah mengira mereka adalah suami istri karena sikap Ben padanya. Hanya segelintir orang yang tahu bahwa ia dan Ben tidak ada hubungan apa-apa. Oke, bukan segelintir. Hanya ada satu orang yang tahu dan itu adalah Sam, pemilik sekolah musiknya yang j

