32

1093 Words

Langkah kaki Sue terhenti saat tiba-tiba matanya menangkap sosok mungil itu. Ana baru saja menutup pintu kamarnya, tepat ketika Sue baru saja keluar dari kamar Zac dan menatapnya dengan tenang. Atau setidaknya, itulah yang coba Ana perlihatkan karena Sue tahu, pasti Ana kaget melihatnya keluar dari kamar Zac. Oh, sial! Apa yang harus ia katakan pada Ana? Ia tidak bisa mengarang suatu alasan saat kondisinya benar-benar terlihat tidak pantas. Hanya mengenakan kaus kebesaran milik Zac, dengan tangan yang memegang pakaiannya sendiri. Juga rambutnya yang berantakan. Ia benar-benar terlihat seperti perempuan yang baru saja mengalami o*****e yang hebat. “Ana…aku…kau bangun sepagi ini?” Ana tersenyum dengan lembut. “Aku selalu bangun sepagi ini, Sayang.” Sue mengangguk dengan gugup. Apalagi y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD