Mencurigai

1150 Words

Masih dalam rangka mendekatkan diri dengan ibu-ibu di TK, setiap hari Rabu, ia sengaja tak langsung pulang ke rumah setelah mengantar Si Kembar. Ia sempatkan nongkrong di sekolah, siapa tahu ada ibu-ibu yang berbaik hati mengajaknya bergosip. Walaupun itu bagaikan mimpi di siang bolong. Lagi-lagi bukan sapaan hangat yang ia dapatkan, seperti cara ibu-ibu itu saling menyapa satu sama lain, Bu Aan masih mendapatkan pandangan sinis dari mereka. Ujung-ujungnya yang selalu ada untuknya hanya Mak Iroh, setia duduk di bangku panjang favoritnya. “Mak, gak ke pasar?” sekarang giliran Bu Aan yang menanyakan pertanyaan itu padanya. “Nggak, Bu, mungkin besok,” jawabnya. Ada yang aneh dengan wajah Mak Iroh selain keriputnya yang bertambah banyak, kantung matanya seperti bengkak. Ia pasti habis me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD