Tak Menyangka

1154 Words

Andin sedang sibuk melayani nasabah di belakang mejanya, selain Andin ada dua orang pekerja lainnya dengan jabatan yang sama, namun mereka itu lebih junior. Bu Aan membuka pintu Bank yang terbuat dari kaca tebal, dan pegangan besi anti karat yang sangat terawat, dibantu seorang Satpam Bank dengan penampilan kelimis dan rapi. Andin melirik ke arah Bu Aan, lalu tersenyum. “Selamat Siang, Bu!” sapa Satpam Bank itu ramah. “Selamat siang!” jawab Bu Aan. Ini baru pertama kalinya ia menginjakkan kaki di sebuah Bank, dan cukup terharu dengan sambutan Satpam yang begitu ramah. Melihat Andin yang masih sibuk, Bu Aan tidak berani mengganggu. Ia pun duduk di sebuah kursi empuk yang sudah disiapkan Bank agar nasabahnya merasa nyaman saat menunggu, hembusan pendingin ruangan dan harum aroma buah apel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD