Mak Iroh jadi teringat kejadian traumatis yang menimpanya 20 tahun silam. Entah mengapa luka yang sudah berusaha ia sembuhkan itu, tak pernah sembuh. Orang bilang dengan berjalannya waktu, semua luka akan sembuh, tapi ini tidak. Entah butuh berapa tahun lagi untuk menghilangkan rasa sakit hati yang Mak Iroh rasakan. Biasanya ia sangat tertutup untuk urusan pribadi, apa lagi soal tragedi rumah tangganya, namun enatah apa sebabnya ia begitu nyaman dan terbuka menceritakan kisah hidupnya pada Bu Aan. Mak Iroh memang tak punya teman bicara, paling tidak selama 20 tahun ke belakang ini. Tak heran bebannya yang menumpuk membuat penampilan Mak Iroh jauh lebih tua dari orang-orang di usianya. Sudah untung ia masih diberi kesehatan di penghujung usianya itu. Selain kisah hidupnya yang miris karen

