Sampai di rumah, bu Lasri membangunkan Noval. tepat pukul 18.30.
"Sholat Maghrib di sini aja dulu, Nak. Tante juga uda lama gak ketemu nak Rehan. kita ngobrol dulu sambil makan malam," ajak bu Lastri.
"Iya Tante," jawab Rehan sopan.
"Bangunkan Noval yah," bu Lastri sudah masuk ke dalam rumahnya.
Rehan bingung harus membangunkan bagaimana. Dia takut nanti difikir tidak sopan.
"Noval... Noval..." Rehan membangunkan, tak ada reaksi. Rehan menggoyang bahu Noval.
"Dek... bangun kita sudah sampai rumah," Rehan berdebar melihat kecantikan Noval yang alami.
Noval memeluk Rehan. Dia bermimpi meluk boneka beruang besarnya.
Rehan menahan tubuhnya agar tidak menimpa Noval. Saat ini jarak mereka sangat dekat. Jantung Rehan berdebar sangat kencang. Rehan bisa menatap jelas wajah polos Noval yang tertidur sangat mempesona dan menggoda. Kelopak matanya, hidungnya, bibirnya, ah... Rehan berusaha melepaskan diri agar tidak melakukan hal yang berlebihan.
"Oke saya menyerah soal ini," Rehan membetulkan posisi kacamatanya yg tadi miring dan segera keluar dari mobil. Wajahnya memerah. "Aku harus segera sholat."
"Mana Noval, Nak?" tanya bu Lastri yang baru selesai sholat.
"Nggak mau bangun, Tante," jawab Rehan buru-buru ke kamar mandi.
Noval menggeliat dan menguap. Kaget tampak rumah dari balik kaca mobil. Dia melihat ke sekeliling bu Lastri dan bang Rehan sudah tidak ada.
"Oke deh, jadi gak ada yang bangunin aku," gumam Noval kesal dan segera keluar dari mobil.
"Sudah bangun, Nak?" tanya mama sudah menyiapkan makanan di meja makan. makanan praktis telur dadar. Tapi, mama juga sudah memesan makanan lewat kurir Keta Bo tadi. Ayam bakar. "Sholat dulu sana."
"Kenapa gak bangunin Noval, Ma?" protesnya.
"Tadi Mama suruh Nak Rehan bangunkan, Kamu juga gak mau bangun," jawab mama cepat.
"APA? Mama suruh bang Rehan?" Noval kaget.
"Iya, udah gak usah banyak tanya cepat sholat biar kita makan sama-sama," potong mama.
Noval dengan malas menuju kamarnya di lantai dua.
Jangan bilang aku buat hal yang aneh-aneh sama bang Rehan. Aduh malunya, bagaimana nanti aku ngadapi bang Rehan? Jangan-jangan bang Rehan marah dan jadi ilfeel sama aku. Hah... pangeranku.
Selesai sholat Noval agak ragu turun ke bawah, dia takut bang Rehan marah dan ilfeel sama dia. Dia segera mengganti pakaian tidur dengan celana panjang.
Sampai di bawah ternyata Burhan, papanya Noval sudah pulang dan ada di meja makan. Tapi Noval tidak melihat siluet Rehan.
"Kenapa lama sekali turun, Val? Ayok makan," ajak Burhan.
"Papa juga baru pulang?" tanya Noval.
"Iya papa tadi sholat di mesjid langsung ke sini. Terus berpapasan sama Nak Rehan tadi di pintu depan," ucap Burhan.
"Bang Rehan udah pulang?" tanya Noval lega sekaligus kecewa. Lega karena takut Rehan marah, kecewa karena gak sempat liat wajah pangerannya sebelum tidur.
"Iya, dia titip salam sama Kamu. Katanya mau melanjutkan pengerjaan thesisnya," ucap mama mengelus kepala Noval. "Ayo cepat makan."
"Rehan itu anak yang cerdas, mah. Dengan usianya sedemikian muda dia mampu mengembangkan bisnisnya selama setahun sejak papa nya meninggal, benar-benar anak Adit. Darah bisnisnya mengalir pada Rehan. Sayang sekali Adit cepat tiada," pak Burhan merasa sedih. Mereka adalah sahabat sejak SMA. "Masih ingatkan kesepakatan kita, Ma?"
"Iya pa, Rehan makin ganteng, baik, sopan, sholeh, benar-benar menantu idaman," ucap mama bersemangat.
Uhuk...uhuk... Noval yang sedang makan terbatuk. Mama menyodorkan segelas air mineral.
"Kamu ini, Nak...coba angkat kedua tanganmu!" perintah papa.
Noval menuruti mengangkat kedua tangannya dan dia merasa agak lega.
Menantu? Mama dan Papa gak sedang bercandakan? Andai itu menjadi nyata.
Tin...tin... suara klekson mobil di luar.
"Biar Noval liat, Ma... Pa...," Noval beranjak.
Saat sampai di teras rumah dia tak melihat ada mobil di mana pun. Noval menoleh ke kanan dan ke kiri tidak ada siapa pun. Saat dia berbalik dia menubruk sesuatu yang keras hingga ia hampir terjatuh jika tangan yang menubruknya tidak memegang pinggangnya. Noval terkejut.
"Draka..." ucap Noval.
Draka tersenyum memandang Noval dengan mata dinginnya.
***
Semangat terus bacanya. Jangan lupa like, comment dan vote yah Readers. Tunggu kisah selanjutnya. ???