Suasana di pesawat itu begitu hening saat Arfan dan Karka masuk ke kabin utama. Pesawat yang mereka naiki milik pribadi, sehingga di dalamnya pun hanya orang-orang Karka yang sibuk menjaga kepergian mereka. Aku bingung dengan sikap mereka semua. Karka, yang biasanya menunjukan beberapa emosi pun hanya memandang dingin semua lawan bicaranya. Dia terlalu sibuk sampai tidak memiliki waktu untuk menemuiku yang tengah duduk diam di kabin atas khusus aku dan Karka. Hanya ada Juna di dalam ruangan ini, namun itu tidak berarti ada yang memperhatikanku. Mereka semua tampak sibuk dengan pikiran mereka sendiri. "Jun-" "Maaf membuatmu menunggu, Tuan Arfan. Sebentar lagi kita akan sampai di tujuan. Tolong pakai seatbeltmu karena mungkin ada sedikit guncangan." Dia berbicara seakan menghindari apa

