Dentingan suara organ memenuhi ruangan di salah satu ballroom hotel terkenal di kota A, yang telah ditata sedemikian indah dan megah. Melengkapi kebahagiaan yang dirasakan Nia dan Arman.
Acara itu digelar malam hari. Para tamu undangan satu persatu mulai berdatangan. Memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Nia mengenakan pakaian pengantin semacam kebaya yang didesign modern berwarna putih. Rambutnya disanggul dan diberi hiasan ronce bunga melati. Terlihat cantik sekali.
Sedang Arman mengenakan beskap berwarna putih. Sangat serasi. Senyum selalu terpancar di wajah keduanya.
Kebanyakan tamu undangan adalah para kolega kedua orangtua mempelai, yang sama-sama seorang pengusaha. Selebihnya adalah teman semasa SMP hingga kuliah.
Pernikahan Nia dan Arman bisa dikatakan juga sebagai ajang reuni, karena sebagian besar dari mereka sama-sama berasal dari sekolah yang sama.
Angga sendiri terlihat belum bergabung di pesta itu.
Asha tiba bersama Bayu suaminya. Senyum terpancar dari keduanya saat mereka menaiki pelaminan untuk memberi selamat kepada sahabatnya.
Asha mengenakan dress model baby doll berwarna peach, menyesuaikan dengan postur tubuhnya yang sedang hamil.
Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai dan bagian bawahnya sengaja dibuat bergelombang. Dengan sedikit sentuhan make up, sudah membuatnya terlihat sangat cantik.
Bayu sendiri mengenakan jas berwarna hitam. Terlihat serasi. Kemana mereka melangkah mesti membuat orang kagum.
Kebanyakan teman-teman yang mengenal Asha dahulu, kini merasa pangling. Karena gadis 'culun' yang selalu menguncir dua rambutnya kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik.
Kala itu Asha sedang duduk dengan tenang menyantap hidangan yang disajikan. Alunan musik khas pernikahan, wedding singer yang melantunkan lirik-lirik percintaan sepasang kekasih menemani santap malam itu.
Tiba-tiba musik terhenti sejenak. Terdengar petikan gitar memulai intro.
Terdengar suara vokalis laki-laki memulai melantunkan lirik ....
[A hundred days have made me older
Since the last time that I saw your pretty face.
A thousand lies have made me colder
And I don't think I can look at this the same.
All the miles that separate
Disappear now when I'm dreamin' of your face.]
Seketika ruangan menjadi hening, semua tamu undangan yang hadir tampak terperangah sesaat dengan lagu itu. Beberapa bahkan berdiri dan mendekati panggung. Mereka terlihat menikmati lagu yang disajikan. Apalagi ketika mereka menebak-nebak siapakah pemilik suara indah itu. Para fans Angga semasa SMU dulu tampak terkesima. Tapi tidak dengan kedua mempelai ....
Para pemain organ ikut mengiringi lagu tersebut. Agar lebih meriah.
[I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.]
Nia melirik Arman yang sama-sama bingung. Kapan orang itu datang dan naik panggung? Meski sang vokalis masih membelakangi para hadirin. Mereka tahu pasti siapa yang ada di sana.
[I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight girl, it's only you and me.]
Lagu terus berlanjut. Nia dan Arman semakin yakin, Angga sengaja memilih lagu itu. Untuk Asha. Asha-nya.
[The miles just keep rollin'
As the people leave their way to say hello
I've heard this life is overrated
But I hope that it gets better as we go.]
Asha yang tidak mengenali suara sang vokalis, masih tetap menikmati hidangan begitu pula Bayu. Sesekali tangan Bayu meremas tangan Asha, yang kemudian dibalas dengan senyuman.
[I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.
I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight, it's only you and me.]
Saat Asha selesai dengan makanannya, dan mulai menyimak lagu itu, saat itulah Angga membalikkan badannya menghadap hadirin.
[Everything I know, and anywhere I go,
It gets hard but it won't take away my love.
And when the last one falls, when its all said and done.
It gets hard but it won't take away my love.]
Seketika Asha terkejut. Tangannya yang berada dalam genggaman suaminya tiba-tiba meremasnya kuat, hal ini membuat Bayu memandangnya, dan bertanya ada apa. Asha menggeleng pelan sambil mengusap perutnya. Tak ingin suaminya menyadari perubahan emosinya karena melihat Angga.
[I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind.
I think about you baby and I dream about you all the time.
I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight, it's only you and me]
* Here Without You * 3 Doors Down*
Angga turun dari panggung dan mendapat tepuk tangan meriah, ucapan pujian dan sebagainya dari para tamu undangan, terutama para fansnya terdahulu semasa SMU. Angga membalas sambutan itu dengan tersenyum, namun netranya tertuju pada wanita di ujung sana dan terdiam sejenak. Melihat interaksi antara Asha dan suaminya. Bayu yang mengelus perut Asha. Asha-nya.
Hatinya terasa panas. Ia pun beranjak dari sana menuju toilet. Untuk mendinginkan kepalanya.
***
Angga menatap wajahnya yang basah terpantul di dalam cermin, seraya menyugarkan rambutnya.
Dirinya merasa konyol karena tetap datang kemari demi persahabatannya dengan Arman juga Nia. Seharusnya dia datang besok saja, bersama kedua orangtuanya ke rumah Arman.
Ya pernikahan Nia dan Arman dilangsungkan dua kali. Yang kedua adalah undangan khusus untuk para pemegang saham dari perusahaan tempat Arman dan papanya berwirausaha.
Saat keluar dari toilet dan hendak kembali ke ballroom hotel dirinya berpapasan dengan seorang pria dan wanita yang berjalan mesra. Seketika dirinya berhenti melangkah dan mengerutkan keningnya berpikir.
'Hei! Bukankah itu suaminya Asha?' meski belum berkenalan resmi tapi dirinya adalah orang yang mudah menghafal dan mengenali wajah seseorang. Dan dia tadi sudah melihatnya di dalam, juga di dalam foto saat kunjungannya ke rumah Asha tempo hari.
Tapi siapa wanita yang bersamanya? Itu jelas bukan Asha. Dirinya tidak mungkin salah mengenali bukan?
***
Asha duduk sendirian sambil mengelus perutnya. Dirinya tadi sempat merasakan otot perutnya menegang kala Angga menatapnya tajam.
Setelah mereda, Bayu tetiba mendapat telepon dari seseorang dan mengatakan pada Asha untuk menunggunya sebentar. Ada hal penting yang harus dilakukannya.
Dan di sinilah ia masih menikmati hiburan dengan alunan musik dan lagu yang disajikan ntah apa. Asha sudah tidak berkonsentrasi. Matanya mengedar ke segala penjuru. Khawatir akan sosok pria yang pernah mengisi hatinya, datang menghampiri kala suaminya tak ada di sisi.
Nia menyadari kesendirian Asha, namun apa daya, dia masih harus menyambut para tamu yang datang. Jadi tidak bisa menemaninya. Tak lama netranya menangkap sosok Angga, menghampiri Asha. Ntah apa yang mereka bicarakan. Wajah Asha terlihat tegang.
***